banner 728x250
DAERAH

Sinergi Guru dan ASN: Istri Owner Hadado Go Green Dukung Penuh Inovasi Lingkungan Sang Suami

MAKASSAR– Kesuksesan Pak Hadado dalam mengelola Hadado Go Green dan memberdayakan puluhan warga di Kabupaten Maros ternyata tak lepas dari peran sosok perempuan di belakangnya.

St. Saleha, S.Pd, istri dari Pak Hadado, menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap dedikasi suaminya dalam melestarikan lingkungan melalui pengelolaan limbah plastik.

St. Saleha, yang kesehariannya merupakan seorang tenaga pendidik di TK Kemala Bhayangkari 06 Tallo di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polrestabes Kota Makassar, mengaku bangga dengan konsistensi suaminya yang sudah berjalan selama 21 tahun.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Minggu, 03 Mei 2026, St. Saleha menegaskan bahwa aktivitas suaminya bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan alam.

“Sebagai istri, saya mendukung dan mensupport penuh apa yang dilakukan suami saya. Apa yang dikerjakan beliau di Hadado Go Green adalah bentuk edukasi nyata tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, yang juga selaras dengan nilai-nilai yang kami ajarkan di dunia pendidikan,” ujar St. Saleha.

Dukungan ini menjadi sangat berarti mengingat latar belakang St. Saleha yang aktif di instansi di bawah naungan yayasan Polri, menunjukkan adanya sinergi nilai kedisiplinan dan pengabdian dalam keluarga mereka.

Di satu sisi, Pak Hadado menjalankan tugasnya sebagai ASN di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sementara St. Saleha membaktikan diri sebagai guru TK di lingkungan.Keduanya mampu membuktikan bahwa kesibukan sebagai abdi negara dan pendidik tidak menjadi penghalang untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi orang banyak.

Dukungan moril dari St. Saleha diakui menjadi kekuatan utama bagi Pak Hadado untuk terus bertahan meski harus membangun usaha secara mandiri tanpa bantuan fasilitas dari pemerintah daerah setempat.

St. Saleha berharap agar langkah suaminya mendapatkan perhatian yang layak, mengingat besarnya dampak sosial dan ekonomi yang diberikan kepada 20 karyawan di Takkalasi, Desa Temmapaduae.

Dengan dukungan penuh dari keluarga dan dorongan dari berbagai organisasi seperti KOTI Mahatidana PP Sulsel yang mengusulkan penghargaan Kalpataru, diharapkan pemerintah dapat lebih peka terhadap potensi lokal yang mampu menyelesaikan masalah sampah sekaligus menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

banner 325x300
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

banner 325x300
To Top